Minggu, 15 Mei 2016

JARINGAN HOTEL MANAGEMENT DAN BRAND HOTEL DI INDONESIA

Terkadang setelah memiliki pengalaman menginap di beberapa tempat yang berbeda, kita jadi memiliki kesukaan atau preference terhadap jaringan hotel tertentu. Namun demikian terkadang kita juga dibuat bingung karena jaringan hotel terkadang mengeluarkan beberapa brand yang berbeda.
Berikut adalah beberapa jaringan hotel terkemuka di Indonesia beserta dengan beberapa brand nya. Sehingga sebagai contoh, apabila anda memiliki pengalaman yang memuaskan dengan pelayanan a’la Aston, namun di daerah tersebut belum tersedia Aston Hotel, anda mungkin dapat memilih alternatif brand lain yang masih berada di bawah management Aston Hotel.

Accor

  1. Mercure Hotels (bintang 4)
  2. Novotel (bintang 4)
  3. Sofitel (bintang 5)
  4. Formule 1 (bintang 2)
  5. Ibis (bintang 2 & 3)
  6. All Seasons (bintang 3)
  7. Grand Mercure ( bintang 5 )

Aston International

  1. Aston (bintang 4)
  2. Grand Aston (bintang 5)
  3. Quest Hotel (bintang 3)
  4. Neo (bintang 3+)
  5. Fave Hotel (bintang 2)

Starwood Hotels

  1. St. Regis
  2. The Luxury Collection
  3. W
  4. Westin
  5. Le Meridien
  6. Four Points
  7. Aloft
  8. Element
  9. Tribute Portfolio
  10. Sheraton

InterContinental Hotels Group

  1. InterContinental Hotel (bintang 5)
  2. Crowne Plaza (bintang 4 & 5)
  3. Holiday Inn (bintang 4)
  4. Holiday Inn Express (bintang 3)

Swiss-Belhotel

  1. Swiss-Belhotel (bintang 4)
  2. Ciputra Hotel (bintang 4 & 5)
  3. Grand Swiss (bintang 5)
  4. Swiss Inn (bintang 3)
  5. Bali Kuta Resort (bintang 4)
  6. Arion (bintang 4)

Tauzia Management

  1. Harris Hotel (bintang 3 & 4)
  2. POP! Hotel (bintang 2)

Tune Hotels

  1. Tune Hotel (budget hotel)
Di tengah persaingan jaringan hotel yang cukup sengit, berbagai local hotel management brand juga tumbuh dengan cukup cepat, antara lain:

Santika Indonesia

  1. Santika Premier (bintang 4)
  2. Santika Hotel (bintang 3)
  3. Amaris Hotel (bintang 2)

IntiWhiz International

  1. IntiWhiz (binang 3)
  2. Grand Whiz Hotel (bintang 3)
  3. Whiz Hotel (bintang 3)

Dafam Hotels

  1. Grand Dafam (bintang 4)
  2. Dafam Hotel (bintang 3)
  3. Vio Hotel (bintang 3)
  4. Hotel Marlin (bintang 2)

Metropolitan Golden Management (MGM)

  1. Horison Hotel (bintang 3 & 4)
  2. @Home Hotel (bintang 2)

Struktur Organisasi Hotel

STRUKTUR ORGANISASI HOTEL INTERNATIONAL (Manajemen Perhotelan-02)




Tugas  dan Tanggung Jawab :
1.       GENERAL MANAGER :
a. Bertanggung jawab terhadap operasional
b. Membuat Perencanaan.
c.  Menciptakan budaya.
d. Menjalin komunikasi dengan perusahaan lain.
e. Membuat keputusan.


2.       Secretary :
a. Membuat agenda kegiatan GM.
b. Menyimpulkan hasil rapat.
c.  Membuat laporan hasil kegiatan.

3.       Assistant Executive :
a.       Menjalankan perintah yang di sampaikan oleh General Manager dan selanjutnya meneruskan kepada Manager.
b.      Executive Assistant Manager, bertanggungjawab kepada General Manager.
c.       Menyampaikan laporan yang dibuat oleh para Manager.
d.      Mengambil alih tugas General Manager apabila sewaktu-waktu General Manager berhalangan.

4.       Residence Manager :
a. Mengepalai semua manager lini pertama.
b. Mengawasi dan bertanggung jawab atas seluruh kegiatan manager lini pertama.
c.  Menentukan target yang harus dicapai oleh setiap departemen.

Tugas dan Tanggung jawab Manager Lini Pertama :

1.       Marketing Director :
a. Membuat strategi pemasaran dan penjualan.
b. Bertanggung jawab atas publikasi atau periklanan hotel.
c.  Memperkenalkan hotel dan fasilitasnya sekaligus melakukan kotrak kerjasama kepada calon pengguna jasa hotel.
d. Memastikan penjualan kamar memenuhi target.
e. Juga bertanggungjawab dalam mempertahankan hubungan dengan para pelanggan.

2.       Chief Enginering :
a. Bertanggung jawab untuk memperbaiki dan menjaga peralatan dan fasilitas hotel.
b. Membuat laporan mengenai perbaikan atau pembaharuan fasilitas dan peralatan hotel.

3.       Human Resource Departement Director (HRD Director) :
a. Bertanggung jawab terhadap semua administrasi karyawan.
b. Melakukan perekrutan karyawan.
c.  Membuat program pengembangan ketrampilan karyawan.
4.       Front Office Manager (FO Manager) :
a. Bertanggung jawab terhadap semua aktifitas di Front Office.
b. Mengoptimalkan dan memaksimalkan occupancy rate hotel.
c.  Membuat laporan kamar check in dan check out, dan reservasi.
d. Menjual kamar, tugas ini antara lain menerima pemesanan kamar, menangani tamu yang tanpa pemesan kamar, melaksanakan pendaftaran, dan penentuan kamar.
e. Memberikan informasi tentang pelayanan hotel.
f.  Mengkoordinir pelayanan tamu, antara lain sebagai penghubung antara bagian-bagian di hotel menangani berbagai masalah dan keluhan tamu.
g. Menyusun laporan status kamar dan mengkoordinasikan penjualan kamar dengan bagian house keeping.
h. Menyelenggarakan pembayaran tamu.
i.   Menyusun riwayat kunjungan tamu antara lain melakukan pencatatan data-data individu untuk kunjungan akan datang, dan menyelenggarakan arsip kartu riwayat kunjungan tamu.
j.   Menangani telephone switch board, telex, dan telegram.
k. Menangani barang-barang bawaan tamu.


5.       Food and Beverage Manager (F&B Manager) :
a. Bertanggung jawab atas pengelolaan makanan dan minuman.
b. Membuat laporan pemakaian bahan baku / F&B cost.
c.  Menciptakan menu baru yang inovative.

6.       Accounting Manager :
a. Bertanggung jawab atas semua pendataan atau pengadministrasian transaksi dan keuangan.
b. Membuat laporan transaksi dan keuangan hotel.
c.  Mengawasi dan menjaga semua kegiatan transaksi.

7.       Chief Security :
a. Bertanggung jawab atas keamanan hotel.
b. Menghalau gangguan keamana dari dalam atau dari luar hotel.

8.       Executive House Keeping (Executive HK):
a. Bertanggung jawab atas kebersihan dan kerapihan fasilitas hotel.
b. Membersihkan dan merapikan kamar yang telah digunakan oleh tamu sesegera mungkin setelah tamu check-out.
c.  Melaporkan kepada FO apabila kamar telah siap dijual.

Menjadi Karyawan Hotel

1.   PENDAHULUAN

Keberhasilan suatu usaha sangat tergantung kepada hasil penjualan. Demikian juga dengan usaha perhotelan yang merupakan salah satu mata rantai dalam industri pariwisata. Lebih jauh dapat dikatakan bahwa penjualan hanya akan berhasil bila kita mengetahui dengan baik apa yang dibutuhkan oleh pembeli. Dengan mendapatkan informasi yang lengkap mengenai kebutuhan pembeli maka kita akan dapat menen tukan kebijaksanaan usaha yang sesuai dengan kebutuhan pasar yang berarti bahwa kita mengetahui apa leinginan, kebutuhan, perilaku dan kecenderungan membeli dari pada pasar yang ada.

Berbicara mengenai pembeli atau pasar maka pengertiannya dapat dikatakan sebagai berikut :
a.   Pembeli adalah orang penting yang sangat menentukan dalam suatu usaha
b.  Pembeli tidak terikat pada kita tetapi justru sebaliknya.
c.   Pembeli jangan dianggap sebagai hambatan tetapi merupakan tujuan.
d.  Pembeli yang datang  keperusahaan kita sudah dapat dianggap memberikan bantuan apapun.
e.   Pembeli adalah merupakan bagian penting yeng tidak terlepas dari usaha kita jadi bukan orang luar.
f.    Pembeli bukan hanya berarti uang melainkan manusia yang mempunyai perasaan yang harus dilayani dengan sebaik – baiknya.
g.  Pembeli adalah sumber kehidupan usaha kita dimana tanpa mereka usaha tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.

Sesuai dengan batasan yang ada hotel adalah usaha yang menyediakan jasa dalam bentuk akomodasi, makanan dan minuman, serta produk lain yang pada dasarnya dapat dikelompokan kedalam produk yang “tangible” dan “itangible”.
Yang dimaksud dengan produk yang  “itangible” adalah produk yang dapat dilihat oleh tamu dan mereka harus membayar untuk mendapatkannya, seperti misalnya: kamar, makanan dan minuman, laundry, ruang rapat, fasilitas sport dan rekreasi, hiburan, toko dan perkantoran, peralatan yang disewwakan, staff ahli (sekretaris), telepon, dan telex serta fasilitas – fasilitas lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang – undangan.

Sedang yang dimaksud dengan produk yang “intangible” adalah produk yang tidak dapat dilihat oleh tamu tapi dapat dirasakan, dan untuk mendapatkannya meraka tidak usah membayar, seperti misalnya : pelayanan dari karyawan hotel, keamanan dan sebagainya.

Setiap tamu yang datang kehotel mempunyai motivasi yang berbedasatu sama lain, sesuai dengan motivasi mereka dalam bepergian yang dapat dibedakan sebagai berikut :

a.   Motivasi Umum  : Berbeda jauh darirumah
b.  Motivasi Khusus : Harga elastis           : – bisnis
                                                                  – rapat
                                                                  – konferensi
                                 Harga Inelastis       : – liburan
                                                                  – kunjungan keluarga
                                                                  – lain – lain ( pendidikan, olah raga,
        kesehatan, agama, belanja,
        gengsi,  penyesuaian).

2.   PERSYARATAN KARYAWAN HOTEL


Hotel merupakan suatu unit usaha dimana didalamnya terdiri dari beberapa bagian yang disebut department. Setiap department memiliki karyawan yang harus mnemenuhi persyaratan yang sudah ditentukan oleh perusahaan dan ini berbeda sesuai dengan fungsi masing – masing department tersebut.
Namun demikian, neraca umum setiap karyawan hotel harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

a.   Bersedia untuk mealayani orang lain
b.  Memiliki pengetahuan, keterampilan dan perilaku sesuai dengan bidang pekerjaanya.
c.   Memiliki rasa dan tanggung jawab terhadap perusahaan
d.  Memiliki kesadaran bahwa karir pekerjaannya sangat tergantung kepada keberadaan tamu di hotel

Persyaratan tersebut diatas perlu dipenuhi bukan saja demi keberhasilan uasaha yang dijalankan melainkan juga demi pengembangan karir karyawan itu sendiri. Secara lebih luas persyaratan karyawan dapat diterangkan sebagai berikut :

a.   Kebersihan Diri
     Hal ini merupakan suatu yang sangat penting bagi karyawan hotel terutamasekali bagi mereka yang berhubungan langsung dengan tamu serta makanan dan minuman.

b.  Pengetahuan Mengenai Bidang Pekerjaannya.
    Hal ini diperlukan demi kelancaran pelaksanaan tugas karyawan dan lebih utama bagi demi baiknya pelayanan terhadap tamu sehingga tamu merasa puas.




c.   Tepat Waktu
     Karyawan yang sering datang terlambat ketempat kerja menunjukan bahwa      dia sudah tidak lagi memperhatikan pekerjaannya disamping kurangnya rasa “respect” terhadap pimpinan.

d.  Kepribadian
Karyawan hotel harus dapat bersikap taktis, ramah, memiliki rasa humor yang baik serta tidak tempramental. Dia harus mampu berhubungan dengan tamu dalam suasanan yang menyenangkan dengan sikap berbicara yang baik disertai senyum pada waktu yang tepat. Dengan kepribadian yang demikian, maka karyawan sudah membantu pimpinan dan perusahaannya karena dia merupakan “salesman” yang baik.

e.   Sikap Terhadap Tamu
Pendekatan yang tepat terhadap tamu jangan diartikan sebagai terlalu merendahkan diri sehingga karyawan bersikap sebagai budak. Karyawan hotel harus dapat mengantisipasi apa yang diinginkan dan diharapkan oleh tamu. Perhatian yang seksama harus selalu diberikan kepada tamu selama mereka tinggal dihotel tanpa karyawan merasa bosan sebab ada kalanya tamu yang dihadapi adalah orang yang sulit untuk dipuaskan.

f.    Daya Ingat
     Dengan memiliki daya ingat yang baik maka hal ini akan dapat lebih meningkatkan lagi pelayanan terhadap tamu hotel.

g.  Kejujuran
Karyawan harus jujur tidak hanya terhadap tamu tetapi juga terhadap pimpinan. apabila terdapat rasa saling mempercayai antara karyawan, tamu dan pimpinan maka hal ini akan dapat menciptakan suasanan kerja yang menyenangkan yang pada gilirannya akan dapat menimbulkan efesiensi dan semangat kerjasama yang baik antara para karyawan.

h.  Pengetahuan Umum
Agar supaya karyawan mampu mengimbangi pembicaraan dengan tamu maka diperlukan pengetahuan umum yang memadai terutama sekali pengetahuan lokal mengenai tempat/ daerah dimana dia bekerja.

Selain persyaratan tersebut diatas, beberapa persyaratan “khusus” yang harus dipenuhi oleh karyawan hotel adalah sebagai berikut :

a.   Tinggi badan
b.  Tidak cacat rohani/ jasmani
c.   Berbadan sehat
d.  Bebas alkohol, narkotika dan obat – obatan
e.   berpenampilan menarik
f.    Tidak memelihara kumis, janggut serta cambang

3.   KEBERSIHAN DIRI DAN LINGKUNGAN

Kuman atau bakteri umumnya juga terdapat pada tubuh kita dan dapat dipindahkan ketempat/ benda lain dengan melalui sentuhan. Oleh sebab itu kebersihan badan adalah sangat penting untuk dapat mencegah menyebarnya kuman atau bakteri, terutama pada waktu kita memegang makanan.

3.1. Kebersihan Diri (Personal Cleanliness)
Perhatian terhadap diri sendiri adalah sangat diperlukan serta mempunyai arti  yang sangat penting bagi setiap orang yang bekerja pada setiap bagian dihotel yang berhubungan langsung dengan pelayanan tamu (terutama pada bagian makanan). Hal ini disebabkan karena kebanggaan seseorang akan bercermin dari kebersihan diri yang tinggi dan juga kesehatan phisiknya.

a.   Mandi (Bathing)
Mandi secara kontinu dan teratur adalah sangat diperlukan, oleh karena itu bila seseorang tidak berusaha untuk membersihkan badannya dengan mandi secara kontinu dan teratur, maka kuman atau bakteri dapat mudah berkembang biak serta mudah berpindah ketempat lain seperti makanan.

b.  Tangan (Hands)
Pada waktu kita sedang ataupun selesai melaksanakan suatu pekerjaan membersihkan kamar, usahakanlah tangan kita harus tetap dalam keadaan bersih. Bersih dalam arti bebas dari segala jenis kuman dan bakteri. Oleh sebab itu cucilah selalu tangan anda baik sebelum ataupun sesudah bekerja.

c.   Rambut (Hair)
Rambut harus dipelihara dengan baik dengan mencucinya secara teratur dan harus selalu tersisir dengan rapi. Rambut yang tidak terpelihara dengan baik seperti tidak/ jarang dicuci, terlalu panjang serta tidak tersisir rapi akan cepat mendatangkan ketombe dan ketombe tersebut akhirnya akan beterbangan kemana – mana pada waktu kita bekerja, dan ini berarti dapat menyebarkan kuman atau bakteri.

d.  Mulut dan Gigi (Mouth and Tooth)
Ada bnyak terdapat kuman – kuman da bakteri disekitar mulut dan gigi, oleh sebab itu mulut dan gigi harus selalu dijaga dalam keadaan bersih. Dan apalagi terdapat gigi yang rusak cepatlah datang kedokter gigi untuk diobati atau disembuhkan.
e.   Merokok (Smoking).
Janganlah merokok pada waktu saudara bekerja/ memberihkan kamar atau ruangan. Asap yangmengepul didalam ruangan disamping menggangu kesehatan juga kuman dan bakteri yang berasal dari mulut akan cepat menyebar melalui perantaraan rokok atau jari – jari tangan keruangan/ kamar.


3.2. Kebersihan Lingkungan (Housekeeping Environmental Sanitation
Bila kita mengabaikan perawatan kebersihan pada setiap bagian ruangan, hal ini akan menimbulkan kesan yang jelek terhadap lingkungannya. Pada dasarnya kebersihan lingkungan adalah sangat penting baik untuk tamu ataupun kita yang bekerja.

a.   Kebersihan Area Pekerjaan (Cleanliness of work areas)
Sudah menjadi suatu kewajiban bahwa para karyawan harus selalu menjaga agar area/ tempat bekerjanya selalu dalam keadaan bersih, kotoran – kotoran seperti sisa – sisa makanan/ minuman yang terdapat dilantai harus segera dibersihkan. Hal ini karena disamping untuk menghindarkan pendangan yang kurang sedap juga dapat menyebabkan para pekerja terpeleset.

b.  Kebersihan dan Sanitasi Locker dan Kamar Mandi Karyawan (Cleanliness
     and Sanitation of Employee Locker and Rest Room)
Standard kebersihan para karyawan baik dalam berpakaian maupun dalam menggunakan fasilitas locker dan kamar mandi harus selalu diperhatikan. Standard kebersihan yang digunakan untuk kamar – kamar tamu juga harus digunakan untuk locker dam kamar mandi para karyawan.
Pengecekan terhadap standard kebersihan locker dan kamar mandi para karyawanharus dilakukan secara rutin setiap hari/ saat. Membersihkan lantai ataupun jamban secara reguler setiap hari adalah merupakan bagian dari perawatan kebersihan dan sanitasi.
Locker biasanya juga dipergunakan sebagai tempat beristirahat para karyawan dan pada umumnya dilocker inilah karyawan diperbolehkan merokok, oleh sebab itu asbak dan tempat sampah harus tersedia dalam jumlah yang cukup.

c.   Ruangan Makan Karyawan (Employee Eating Areas )
Standard kebersihan dan kesehatan tinggi harus digunakan diruangan tersebut, oleh sebab itu partisipasi dari seluruh karyawan sangan diperlukan.


d.  Ventilasi
Untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik, maka diperlukan lubang udara/ jendela yang cukup, kipas angin atau ventilator. Dan agar supaya mendapatkan sirkulasi udara yang bersih dan segar, maka lubang udara/ jendela, kipas angin ataupun ventilator yang ada harus selalu dalam keadaan bersih bebas debu.

Apabila alat – alat tersebut sangat kotor oleh debu, maka debu yang banyak mengandung kuman atau bakteri akan tersebar keseluruh ruangan tersebut menjadi tak sehat. Bila digunakan lobang angin/ jendela sebagai ventilator, maka lebih baik lobang angin/ jendela tersebut dipasang tambahan kawat – kawat untuk mencegah masuknya serangga dan debu yang berlebihan.

e.   Peneangan
Penerangan yang baik adalah sangat penting artinya bagi karyawan yang bekerja. Oleh sebab itu bagi setiap petugas hotel yang sedang bekerja usahakan ruangan atau kamar tersebut dalam keadaan terang (penerangan yang cukup). Dengan demikian setiap bagian yang kotor dapat terlihat dengan mudah.

f.    Toilet dan Sink (Toilet and Sink)
Walaupun jamban (toilet) dan sink (tempat mencuci alat – alat pembersih) disediakan untuk para karyawan, oleh karena sering sekali dipergunakan akan cepat menjadi kotor. Oleh sebab itu pengecekan kebersihan dan pelaksanaan pembersihannya harus sering dilakukan.

g.  Lantai (Floor)
Suatu ruangan yang sibuk sepertoi lobby akan sering/ cepat menjadi kotor, oleh sebab itu ruangan tersebut harus menggunakan jenis lantai yang kuat dan mudah dibersihkan.

h.  Dinding (Walls)
Dinding yang dipergunakan pada ruangan yang sibuk harus kuat dan mudah/ dapat dicuci serta lebih baik menggunakan warna yang terang (light color). Pengcekan kebersihan harus sering dilakukan. Cucilah dinding apabila sudah kotor.

i.    Langit – Langit Rumah (Ceilings)
Lagit – langit rumah (Ceilings) harus dicegah dari keretakan – keretakan dan lebih baik langit – langit rumah yang rata sehingga tidak mudah menyimpan debu.

j.     Pintu dan Jendela (Doors and Windows)

Pintu dan jendela harus selalu dalam keadaan bersih tidak berdebu dan leabih baik bila mudah/ dapat dicuci. Demikian pula bagian kaca jendela juga harus bersih agar sinar/ cahaya dari luar dapat masuk/ menembus sehingga kan memberikan penerangan yang baik.
20 kriteria tentang bagaimana menjadi karyawan terbaik
1.      Ramah Tamah

            Sikap ramah tamah ini biasanya ditunjukkan dengan cara banyak memberi senyuman kepada orang lain. Senyum yang tulus yang berasal dari lubuk hati yang paling dalam akan memancar dari wajah dan pancaran sinar matayang sangat menyejukkan. Menjadi ramah tidak akan merugikan Anda. Karyawan yang baik tentu akan menyambut rekan kerja mereka dengan sebuah sapaan hangat, ‘selamat pagi’, mengatakan hal hal yang sopan seperti ‘terima kasih’ dan ‘silahkan’. Hal tersebut mungkin tampak sepele, namun membuat karyawan justru merasa lebih dihargai. Seorang karyawan yang baik juga mengikuti kebijakan perusahaan dan bisa mengilhami orang lain untuk melakukan hal yang sama. Ada aturan kerja yang dibuat dan harus diikuti.Ada sopan santun di setiap tempat yang harus dijaga.

2.      Jujur

            Kejujuran merupakan sifat dasar yang dimiliki manusia. Namun sering kali kondisi dan situasi lingkungan akan dapat mengubah sikap jujur ini. Satu-satunya cara untuk dapat mepertahankan sikap jujur ini adalah dengan melihat dari sisi agama, yaitu perbuatan kita tidak pernah luput dari pengawasan tuhan yang maha esa.
            Seorang karyawan yang baik adalah jujur terhadap pekerjaannya. Mereka cukup kritis dan bersedia menerima saran dan kritikan karena menganggap bahwa hal itu sangat penting untuk menjadi pelajar yang baik
Dalam melakukan apapun, lakukan segalanya di atas label kejujuran. Jika Anda membuat kesalahan, jangan ragu untuk mengakui kemudian memerbaikinya.Membiasakan bersikap jujur adalah salah satu nikmat terbesar yang dapat Anda lakukan baik untuk diri sendiri maupun keberlangsungan kareir Anda.
            Setiap orang bisa percaya pada Anda jika kita memiliki kejujuran, karena kepercayaan sangat sulit didapat jika kita tidak jujur maka kita tidak compatibel untuk bekerja di Hotel.



3.      Memegang Janji

            “ janji adalah hutang”. Apabila janji terpenuhi, maka lunaslah sudah hutang. Di balik pemberian janji kepada orang lain, mengandung resiko terhadap komitmen yang kita miliki. Apabila kita hendak menjaga komitmen kita maka penuhilah janji. Apabila klita tidak mampu dalam menempati janji maka kita tidak akan dipercaya oleh orang lain lagi. Karena dunia kerja mengharapkan agar setiap karyawannya dapat pegang terhadap janji yang telah diucapkan baik pada karyawan lain atau pada tamu yang dating ke tempat tersebut ( hotel)
4.      Kesetiaan

            Kesetiaan yang dimaksud dalam hal ini adalahkesetiaan terhadap hal-hal yang positif .dengan sikap ini kita mampu memupuk persahabatan yang abadi antar sesame karyawan yang ada sehingga dapat meningkatkan produktifitas dan kerjasama. Biasanya hal ini dapat ditunjukkan dengan jalinan kebersamaan yang erat antar karyawan kantor/ hotel. Loyalitas dalam pekerjaan harus dimiliki oleh setiap hotel pekerja sehingga kita bisa merasakan bahwa hotel adalah milik kita dan kita dapat bekerja dengan senang.
5.      Penguasaan Diri

            Penguasaan diri sangat diharapkan dalam dunia kerja karena hal ini sangat berhubungan dengan hal yang sangat sensitive. Apabila kita mampu mengendalikan diri maka kita mampu dalam pengendalian emosi yang ada dalam tubuh kita sehingga dalam menghadapi tamu kita dapat bersabar dan dapat menangani tamu tersebut ( keluhan tamu).
6.      Berjiwa Besar

            Sikap ini sangat dibutuhkan apabila kita melakukan hubungan dengan orang lain. Dengan berjiwa besarlah kita mampu mengena, memahami dan menerima sifat dan adat kebiasaan orang lain. Sehinnga akan menumbuhkan sifat saling menerima baik kelebihan ataupun kekurangan orang lain.
7.      Tanggung Jawab

            Setiap profesi diharapkan  selalu bersikap bertanggung jawab terhadap  dua hal yaitu:
a.       Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan hasil dari pekerjaan.
b.      Bertanggung jawab dari dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.

            Setiap orang yang bekerja di Pariwisata harus bertanggung jawab atas segala yang telah dilakukan dalam rangka memberikan kepuasan kepada suvervisor, pekerja lainnya dan pada tamu yang telah dating ke Bali.

8.      Kerja Sama

            Setiap perusahaan terdiri dari beberapa tim. Setiap perusahaan juga membutuhkan usaha tim dengan efektif. Karena itu, setiap tim diharapkan mampu bekerjasama dan solid. Karyawan yang mampu bekerjasama secara tim diibaratkan semut pekerja.
            Berhasil menyelesaikan pekerjaan tapi melakukannya sendirian, tidak membuat Anda mudah mendapatkan promosi jabatan. Sekarang ini banyak pekerjaan yang membutuhkan kerja tim bahkan antar departemen untuk diselesaikan. Ketika mampu bekerja dengan tim, di sana akan terlihat apakah Anda mampu menjadi seorang pemimpin atau tidak. Dengan bisa bekerja dengan tim, tanpa saling menyalahkan ketika terjadi kegagalan, itu bisa menjadi nilai lebih di mata atasan.
            Bekerja di hotel, kita dituntut untuk kaleng kerjasama tim sehingga pekerjaan yang akan selesai dengan baik dan cahaya.
9.      Ucapan  Salam
           
            Ucapan “ selamat pagi, siang, sore, dan malam” yang disampaikan dengan perasaan yang tulus disertai muka yang cerah, merupakan salah satu ciri karamahan antar sesame pekerja di kantor dan ini juga perlu disampaikan tidak hanya di lingkungan teman sekerja tetapi juga terhadap tamu dan relasi perusahaan untuk memberi citra positif terhadap perusahaan tempat dimana kita bekerja, di samping itu juga salam hangat  juga akan mendorong semangat dan kehangatan suasana lingkungan kerja.
10.  Profesionalisme

            Profesionalisme mengandung dua unsur, yaitu unsur keahlian dan unsur panggilan unsur kecakapan teknik dan kematanganetik,unsur akal dan moral. Sehingga seorang “ professional” harus memadukan  dalam diri pribadi kecakapan teknikyang diperlukan untukmenjalankan pekerjaannya, dan juga kematangan etik. Keduanya harus dapat terpadu/ menunggal
Miliki reputasi baik di perusahaan dengan bersikap profesional, kooperatif dan bisa diandalkan.
Berikut ini beberapa hal yang menunjukkan sudah bersikap profesional:
ü  Berbusana bersih dan sesuai bidang pekerjaan.
ü  Bertanya jika memang tidak yakin pada tugas yang diberikan.
ü  Berani menjadi beda. Buat diri Anda lebih menonjol dibanding karyawan lainnya.
ü  Selalu melihat segala sesuatunya dengan positif, meskipun pada situasi sulit.
ü  Jangan mengeluh, komplain atau menyalahkan orang lain ketika segala sesuatunya tidak berjalan lancar.
ü  Jangan hitung-hitungan soal jam kerja.
ü  Jadilah problem solver. Ketika ada masalah muncul, pastikan Anda jadi orang pertama yang memberikan solusi.
11.  Budi Bahasa

            Budi bahasa sangat terikat kuat pada penggunaan tata bahasa dan tutur kata yang baik. Dalam hal ini seorang karyawan atau pegawai harus menjaga keseimbangan dalam pembincaraan ( pemberian kesempatan kepada orang lainuntuk mengambil bagian dalampercakapan), menguasai volume suara saat berbicara, ingat ngengucapkan kata-kata terima kasih, maaf, tidak apa-apa,silakan dan lainya, tidak membicarakan masalah pribadi dan membincangkan topic yang bersifat umum ,menarik dan sederhana sehingga tamu merasa nyaman ketika sedang kita ajak bicara.
12.  Pekerja Keras

            Tidak mudah mendapatkan karyawan yang pekerja keras. Bisa saja seorang karyawan mengatakan dirinya seorang pekerja keras, padahal sebenarnnya dia tidak selalu bekerja saat masih jam kantor. Karena itu, hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengingatkan diri sendiri tentang pentingnya bekerja keras sebagai karyawan.Hal ini mungkin terdengar klise. Namun dengan bekerja tekun dan giat, tempat kerja akan menghargai jerih payah yang telah kita lakukan selama kita bekeja di kantor. Setiap pekerja hotel harus bekerja keras sehingga setiap pekerjaan dapat dilakukan dengan baik dan tepat waktu.
13.  Bersikap Hati-hati

            Sikap hati-hati sangat diperlukan dalam dunia usaha ataupun dalam perkantoran, dengan sikap ini  seorang karyawan dapat bekerja dengan efektive dan efisien dan dapat mengurangi terjadinya kesalahan dalam bekerja sehingga produk yang doihasilkan oleh perusahaan dapat berkualitas. Dalam dunia pariwisata kita harus dapat mengurangi terjadinya kesalahan, biasanya seorang pelayan akan mengulangi urutan tamu memesan untuk menghindari kesalahan yang mungkin terjadi.Orang yang memiliki sikap teliti tidak tergesa-gesa meninggalkan pekerjaan yang dilakukan.Teliti merupakan rangkain dari kerja keras, tekun dan ulet.Orang yang sudah bekerja keras dengan tekun dan ulet harus diakhiri dengan ketelitian. Dengan demikian, hasil kerja keras itu akan maksimal.
14.  Penampilan

            Dalam dunia kerja penampilan profesionalmenjadi tuntutan.Sebgai kesan pertama penampilan tidak hanya mencerminkan citra diri sendiri, tetapi juga mencerminkan perusahaan yang diwakilinya. Citra diri seseorang akan tampak daridalam dirinya, orang lain tidak akan mampu menyulap diri kita menjadi orang yang leih baik, hanya diri kitalah yang mampu melakukannya. Tanpa kita mau kita tidak dapat mengubah diri kita sendiri. Dengan penampilan yang menarik  kita akan mendapatkan sedikit lebih banyak keberuntungan daripada orang yang berpenampilandi bawah rata-rata.
15.  Komunikator

            Setiap pimpinan pasti menyukai karyawan yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik dan mengekspresikan diri secara jelas, baik secara tertulis maupun saat berbicara.Komunikasi yang tidak akurat atau tidak tepat antar karyawan dapat menyebabkan banyak masalah bagi perusahaan.Karena hal itulah seorang karyawan harus dapat menjalin komunikasi yang baik antar sesama karyawan atau dengan atasan masing-masing.Dengan komunikasi tersebut seorang karyawan dapat menggunakannya dalam mengatasi permasalahan yang terjadi (keluhan) yang timbul dari para pelanggan atau para tamu yang dating.
16.  Tidak melupakan deadline
            Seorang karyawan yang ingin menjadi salah satu karyawan teladan di tempat kerjanya, jangan pernah sekali-kali melupakan deadline kerja. Deadline kerja adalah hal yang sangat penting dalam pekerjaan, sehingga anda harus menyelesaikannya sebelum batas akhir yang telah ditentukan, jika anda kesulitan mengatur waktu, coba buatlah prioritas dan planning dalam setiap pekerjaan yang akan anda lakukan.Demikian adalah beberapa poin yang dapat memungkinkan Anda jadi seorang karyawan teladan. Bukan hanya skill semata yang perlu Anda miliki, melainkan juga sikap kerjasama yang baik dan mampu kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja. Kedisiplinan menjadi hal penting bagi seorang karyawan, bagi mereka waktu yang terbuang sama halnya melewatkan sebuah peluang besar untuk mendapatkan keuntungan. Maka benar adanya jika ada pepatah yang mengatakan “ time is money ” karena dengan membuang waktu sama halnya dengan melewatkan begitu saja peluang untuk mendapatkan penghasilan. Oleh sebab itu seorang karyawan harus selalu disiplin dalam segala hal, untuk mencapai target yang mereka tentukan.

17.  Pantang Menyerah

            Seorang karyawan harus memiliki visi dan semangat juang yang besar. Mereka pantang menyerah pada hambatan, tidak pernah putus ada untuk selalu mencoba memberikan yang terbaik bagi para konsumennya tamu yang datang ke tempat mereka bekeja. Jika menemui jalan buntu, seorang karyawan tidak boleh  diam begitu saja menerima kegagalan. Mereka akan mencari jalan alternatif, agar bisa meraih impiannya.
18.  Fokus

            Kita tidak bisa menjadi segalanya bagi semua orang.Setiap diri kita memiliki kekuatan dan kelemahan kita sendiri. Agar efektif, kita harus mengenali kekuatankita  dan berkonsentrasi untuk hal itu. kita akan menjadi lebih sukses jika kita mampu menyalurkan usaha Anda ke bagian-bagian dimana anda dapat melakukan yang terbaik.
            Dalam bisnis, misalnya, jika kita tahu kita memiliki insting marketing yang baik, maka memanfaatkan kekuatan ini dan fokus pada kekuatan marketing secara maksimal. Di sisi lainkita mungkin mempunyai kelemahan, seperti akuntansi atau pembukuan. Pertimbangkanlah untuk mempekerjakan orang yang ahli akuntansi atau belajar sendiri untuk menutupi kelemahan kita.
19.  Tekun dan Memiliki Keyakinan

            Tidak ada yang mengatakan bahwa jalan menuju sukses itu mudah. Meskipun niat baik dan kerja keras, kadang-kadang kitaakan gagal. Beberapa pengusaha sukses mengalami kemunduran dan Gagal Total, bahkan kebangkrutan, namun berhasil dengan cepat bangkit untuk menjadi besar di bidang mereka. Keberanian kita untuk bertahan dalam menghadapi kesulitan dan kemampuan untuk bangkit kembali setelah kegagalan, akan menjamin kesuksesan kita selanjutnya. Kita harus belajar untuk bangkit lagi dan mulai dari awal lagi.Ketekunan Kita adalah ukuran dari keyakinan dalam diri kita.Ingat, jika kita tekun, tidak ada yang dapat menghentikan kita.
20.  Kasih Sayang

             Kasih sayang adalah suatu sikap saling menghormati dan mengasihi semua ciptaan Tuhan baik mahluk hidup maupun benda mati seperti menyayangi diri sendiri sendiri berlandaskan hati nurani yang luhur. Kita sebagai warga negara yang baik sudah sepatutnya untuk terus memupuk rasa kasih sayang terhadap orang lain tanpa membedakan saudara , suku, ras, golongan, warna kulit, kedudukan sosial, jenis kelamin, dan tua atau muda. Nilai yang paling pokok harus dimiliki oleh disetiap anggota oleh suatu kelompok masyarakat adalah adanya rasa memiliki satu sama lainnya, rasa saling mencintai serta rasa saling keterikatan akan menjadikan rasa sadar bahwa kehidupannya akan selalu saling memperhatikan dan tepo seliro serta tidak akan mementingkan diri sendiri.Organisasi kemasyarakatan mempunyai corak yang bermacam-macam dalam mengembangkan segi sosial dari kehidupan pemuda.Melalui organisasi pemuda berkembanglah kesadaran nasional, kecakapan-kecakapan didalam pergaulan dengan sesama kawan dan sikap yang tepat didalam hubungan antar manusia.Organisasi kewaspadaan seperti Pramuka, PMR, Karang Taruna, dan sebagainya, dapat menumbuhkan sikap dan prilaku kasih sayang sesama anggota.